SYARAT DAN TUGAS MENJADI MC DAN PROTOKOLER


Syarat Menjadi MC

Menurut Agus Lahinta (2009), untuk menjadi Master of Ceremony yang baik, seseorang harus mempunyai syarat sebagai berikut:  

  •  Pengetahuan dan pengalaman yang luas
Pengetahuan yang banyak akan diperoleh dengan banyak membaca buku dengan berbagai disiplin ilmu, menonton TV, mendengar radio dan hal lain  sedangkan pengalaman akan diperoleh dengan meningkatkan jam terbang memadu acara serta latihan yang sungguh-sungguh 
  
  • Cerdas

Kualifikasi  pendidikan  seseorang  bukan  hal  utama separti  halnya  pengetahuan  dan pengalaman.  Karena  bukan  pendidikan  formal  yang  menjadi  penentu  keberhasilan kerja seorang MC, tetapi kecerdasan. MC yang cerdas adalah MC yang tau persis pada apa yang dikatakannya,sanggup dan cepat mengambil keputusan, membuat pesan dengan jelas, singkat, tenang bila terjadi hal-hal yang mendadak di luar scenario

  • Rasa Humor

Orang yang tidak memiliki sense of humor akan mendapat kesulitan untuk mendalami sebagai MC. Ada dua hal yang menyangkut masalah ini :

a.       . Audience tidak menghendaki berkomunikasi dengan seorang MC yang  bermuka masam, terlalu kaku dan tegang, karena mereka datang untuk menghadiri sebuah acara yang dapat menghibur dan memberikan kesegaran.

b.      Bagi seorang MC yang tidak mempunyai sense of humor, tidak seorang pun yang dapat  menolong  anda  untuk  menghidupkan  dan  menyemarakan  suasana  dan penampilan anda. Sangat perlu bagi seorang MC mempunyai selera humor asalkan jangan meniru benyolan lawak orang lain secara langsung.

  • Sabar dan Rendah Hati

Pelaksanaan suatu acara melibatkan banyak pihak yang masing-masing mempunyai cara dan keinginan sendiri-sendiri dalam mencapai tujuan. Akibatnya pada saat acara sedang berlangsung mungkin sekali muncul instuksi-instruksi yang membingungkan. Belum lagi kalau ada pengisi acara yang rewel, tidak sepenuhnya mempercayai MC atau beberapa kali ada perubahan acara. Di sinilah dibutuhkan kesabaran dan ketenangan seorang MC sehingga dapat menyenagkan semua pihak.

  • Imajinatif

Berbagai macam acara akn ditemui disepanjang perjalanan kareier seorang MC, dan masing-masing acara mempunyai karakter dan tingkat kesulitan yang berbeda. Pada saat tertentu MC dituntut untuk kreatif, agar acara yang biasa-biasa saja bisa jadi meriah. Tentu dibutuhkan ide-ide cemerlang yang hanya bisa dating pada MC yang mempunyai imajinasi tinggi bahkan bisa memanfaatkan imajinasi audience.

  • Antusiasme

Seorang MC tidak mungkin menjalankan aktifitasnya tanpa antusiasme, sebab tanpa itu hampir dapat dipastikan bahwa dia akan gagal menjalankan perannya. Antusias akan mencermin kesungguhan MC dalam memadu sebuah acara.

Syatar Menjadi Protokoler

Melihat uraian di atas, maka seorang protokoler perlu memiliki dan memenuhi syarat. Syarat untuk menjadi protokoler adalah:

1.       Disiplin dan loyalitas tinggi

2.       Pengelola yang efektif, koordinatif dan berwibawa

3.       Menghayati bidang tugasnya

4.      Menguasai segala permasalahan tapi bukan berarti harus melaksanakan sendiri.

5.       Memiliki wawasan luas.

6.       Memiliki penampilan, etiket, dan kemampuan berbahasa yang baik.

7.      Bermental kuat

8.      Mampu mengambil keputusan dengan cepat dan cermat

Tugas MC

  • Opening (pembukaan) seperti menyampaikan salam/greetings, menyebutkan alur acara dan maksud penyelenggaraan secara ringkas,
  • Time

MC bertanggungjawab memastikan acara berjalan sesuai waktu dan sesuai dengan urutan acara yang ditetapkan. Dalam hal ini MC bisa disebut juga sebagai the king of the programme, karena MC berfungsi sebagai pengendali acara sesuai dengan waktu dan susunan acara.

  • Introducer

MC memiliki tugas untuk mengenalkan pembicara atau pengisi acara kepada audience. Oleh karena itu mutlak bagi MC mengenal lebih mendalam profil dan latar belakang pengisi acara (background knowledge), seperti nama asli, nama panggilan, profesi, jabatan, tempat dan tanggal lahir, prestasi, dsb. Knowledge seperti itu bisa didapatkan MC melalui riset sederhana.

  •  Kesinambungan/kontinuitas; selalu menjaga kelancaran kesinambungan acara.
  • Mood Setter

MC harus mampu menjaga antusiasme, gairah, dan kemeriahan suasana. Jangan biarkan audience bosan. MC adalah pemimpin audience yang dapat memberikan “komando” tepuk tangan sebagai apresiasi kepada pengisi acara.

  • Closing; dengan menutup acara.

Tugas Protokoler

  • Tata ruang
  • Tata tempat
  • Tata upacara
  • Tata busana
  • Tata warkat.

 

Daftar Pustaka


Chusnu Syarifa Diah Kusuma, Tips Menjadi Master Of Ceremony Yang Baik

Dina Alamianti, Dudi Yudha Kusuma, Lusy Mukhlisina. Pelaksanaa MC dan Protokoler Dalam Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi

Endang Lubis, 2014. Perna protokoler Dalam Menunjang Keberhasilan Kinerja Kepala Bagian Umum Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Medan : Universitas Medan

Nur Aini, 2019. Paper Berbicara Pembawa Acara (MC)

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer